

Best Practice

Lokasi | SMK Swasta Kesehatan Imelda Medan |
Lingkup Pendidikan | Sekolah Menengah Kejuruan |
Tujuan yang ingin dicapai | - Meningkatkan hasil belajar, kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, serta berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang ditemukan pada materi Klasifikasi, Jenis dan Peranan Virus dalam Kehidupan - Mengoptimalkan penggunaan model pembelajaran Inovatif dan pemanfaatan Teknologi dalam aktivitas pembelajaran di kelas |
Penulis | Ivan Lauren Rajagukguk, S.Pd. NIM. PPG: 9223411575 |
Tanggal | 29 – 30 November 2022 |
| Kondisi yang menjadi latar belakang masalah: - Selama ini yang menjadi persoalan dalam pembelajaran Biologi pada materi virus yaitu rendahnya minat belajar, dan kemampuan berpikir kritis serta berpikir tingkat tinggi peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar, - Kurang optimalnya penerapan model-model pembelajaran inovatif dan pemanfaatan media pembelajaran dalam aktivitas pembelajaran. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan? Hal ini dirasa sangat penting untuk dibuat dan dibagikan karena berdasarkan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang telah dilaksanakan banyak perubahan yang sudah didapatkan dan berdampak langsung pada proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik, kemudian hal lain yang dapat dirasakan langsung yaitu peningkatan pada kemampuan berpikir kritis dan berpikir tingkat tinggi peserta didik, hal ini dilihat saat peserta didik diminta untuk mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi. Itulah sebabnya mengapa kegiatan ini perlu dibagikan sebagai motivasi bagi rekan-rekan guru untuk melakukan yang terbaik bagi peserta didiknya. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini? Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai guru yang harus mampu menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran inovatif untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, setelah menyelesaikan permasalahan yang ditemukan, guru juga berharap agar hasil belajar peserta didik dapat meningkat. |
| Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Setelah dilakukan identifikasi masalah melalui survei dan wawancara dengan kepala sekolah serta rekan sejawat ditemukan beberapa tantangan yang dapat disimpulkan sebagai berikut: - Sumber belajar yang masih kurang dan tidak dimanfaatkan dengan baik, - Peserta didik sulit mengembangkan ide dan konsep yang sesuai dengan materi yang diajarkan, - Rekan-rekan guru yang mengajar di sekolah masih menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga tidak mendukung upaya dalam peningkatan mutu peserta didik, - Peserta didik masih belum terbiasa dengan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (PBL). Siapa saja yang terlibat? 1. Bapak Muhammad Aidil Purba, S.Pd., MM selaku kepala SMK Swasta Kehatan Imelda yang memberikan izin untuk dapat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)/Praktik Pembelajaran mulai dari awal hingga akhir dan izin atas penggunaan fasilitas sekolah saat kegiatan ini dilaksanakan, 2. Rekan – rekan guru dan Kepala Tata Usaha SMK Swasta Kesehatan Imelda yang sudah memberikan dukungan moril, 3. Dosen Pembimbing, Guru Pamong dan Rekan-rekan Peserta PPG Daljab K2 2022 Universitas Negeri Medan yang tidak pernah lelah dalam memberikan masukan dan kritikan demi tercapainya suatu hasil yang baik dalam proses pembelajaran. 4. Seluruh peserta didik SMK Swasta Kesehatan Imelda yang menjadi objek observasi dalam Praktik Pembelajaran ini. ![]() |
| Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan: Melakukan diskusi dengan rekan sejawat untuk meminta saran dan solusi apa yang dapat menyelesaikan tantangan yang ditemukan. Kemudian hal yang dirasa perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut yaitu merancang dan melaksanakan Aksi Pembelajaran yang didalamnya telah terintegrasi dengan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning Berbasis TPACK pada materi Virus. Strategi apa yang digunakan? - Menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan pemanfaatan media pembelajaran (TPACK), Guru menggunakan metode pembelajaran pendekatan saintifik dengan model Problem Based Learning yang didalamnya memanfaatkan media pembelajaran berupa video (audio visual) dengan harapan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Model Problem Based Learning merupakan suatu cara terbaik yang perlu dilakukan untuk melatih peserta didik dalam berkomunikasi, melatih kemampuan berpikir kritis dan berpikir tingkat tinggi serta mampu menemukan pengetahuan baru sesuai konsep yang mereka temukan. - Pemanfaatan bahan ajar dan media ajar Mempersiapkan bahan ajar berupa handout (print out) sebagai referensi bagi peserta didik dalam memecahkan persoalan yang mereka temukan. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) untuk mengukur ketercapaian belajar peserta didik dan saya juga menggunaakan video pembelajaran yang ditampilkan dengan proyektor, media ini sangat mendukung pemanfaatan TPACK, sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. - Melakukan Penilaian Dalam pelaksanaan praktik pembelajaran lembar penilaian diperlukan untuk menilai secara keseluruhan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Serta lembar penilaian spiritual dan sikap sosial. Tentunya dalam instrumen lengkap mulai dari kisi-kisi, indikator ketercapaian setiapa ranah, dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian di akhir pembelajaran Bagaimana Prosesnya? 1. Melakukan salam dan berdoa 2. Memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik, 3. Melakukan Apersepsi 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran 5. Menyampaikan informasi melalui tayangan slide power point dan penayangan video pembelajaran, 6. Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, dan membagikan bahan ajar serta LKPD, 7. Orientasi peserta didik dalam suatu permasalahan, 8. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar, 9. Membimbing penyelidikan, 10. Mengembangkan dan menyajikan hasil, 11. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 12. Peserta didik diminta untuk menyimpulkan proses pembelajaran, 13. Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran, 14. Menutup pembelajaran dengan doa dan salam. Akses Link Video Rekaman Pelaksanaan Praktik Pembelajaran https://drive.google.com/drive/folders/16VxePrVlehmRV6-a381VIruUuVw1UaRc?usp=share_link Siapa saja yang terlibat? Pada kegiatan praktik pembelajaran ini, saya melibatkan rekan sejawat dalam pengambilan dokumentasi dan peserta didik yang menjadi objek observasi. Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini? 1. Laptop 2. Proyektor 3. Handphone 4. Tripod 5. Loudspeaker 6. Arus listrik 7. Koneksi internet 8. Replika struktur Virus |
| Refleksi Hasil dan Dampak Dampak dari aksi yang dilakukan: Hasil dari pelaksanaan praktik pembelajaran yang menerapkan model Problem Based Learning dengan pendekatan saintifik berbasis TPACK berdampak baik terhadap hasil belajar peserta didik, semangat belajar yang tinggi, keterampilan berpikir kritis dan cara berpikir tingkat tinggi yang sesuai dengan materi Klasifikasi, Jenis dan Peranan Virus dalam Kehidupan. Hal tersebut dapat ditunjukkan saat dilakukan observasi terlihat antusiasme peserta didik dalam berdiskusi, menuangkan pendapat, menyajikan hasil, menjawab pertanyaan serta menyampaikan konsep baru kepada teman-temannya. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung, dengan menerapkan model Problem Based Learning memberikan respon positif, yang dapat dituangkan peserta didik melalui gambaran suasana hati mereka yang senang karena banyak menemukan pengetahuan dan pengalaman baru, membentuk rasa kerjasama yang baik, dan mereka juga beranggapan proses ini merupakan satu pembelajaran yang menyenangkan. Selain itu, faktor keberhasilan dari praktik pembelajaran ini tidak terlepas dari persiapan yang matang dalam menyusun perangkat pembelajaran termasuk didalamnya tertera Bahan Ajar, LKPD, Media Pembelajaran dan Instrumen Penilaian. Hal ini menjadikan proses pembelajaran lebih terukur dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. |